Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

PEMKO Langsa Beri Pelatihan Kepada 150 Juru Parkir


Langsa, 08 Juli 2019 - Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Perhubungan memberikan pelatihan kepada 150 juru parkir dalam wilayah Kota Langsa di aula Cakra Donya, Senin (8/7). Pelatihan itu dihadiri oleh unsur Polres Langsa, BPKD Kota Langsa, Inspektorat Kota Langsa dan undangan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa Syamsul Bahri dalam laporannya mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia bidang juru parkir, sehingga meningkatkan pelayanan perparkiran kepada masyarakat.Selain itu untuk meningkatkan pemahanan perparkiran, jenis parkir, pengaturan parkir, etika profesi dan pelayanan prima.Dikatakan Syamsul, pelatihan ini berlangsung selama satu hari.

Sementara itu, Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM saat membuka acara mengatakan, dirinya mengapresiasi Dinas Perhubungan Kota Langsa yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting ini.

Dijelaskannya, sebagai Kota jasa, Langsa tidak mempunyai Sumber Daya Alam seperti daerah-daerah lainnya yang punya gas alam, minyak bumi, batu bara.Kota Langsa harus memproyeksikan diri sebagai kota jasa, harus mengembangkan sektor wisata, jasa pendidikan, jasa pelayanan kesehatan, jasa perdangangan dan industri."Saat ini kita sudah punya dua universitas negeri, rumah sakit regional, pelabuhan ekspor impor, pasar tradisional, hutan Kota dan hutan Mangrove,"ujarnya.

Sebagai kota jasa, Pemko Langsa harus mempersiapkan diri untuk tertib, seperti tertib parkir, bersih dari sampah dan masyarakat yang ramah.Lanjutnya, pelatihan perparkiran ini dapat meningkatkan pelayanan perparkiran terhadap masyarakat."Dengan adanya pelatihan juru parkir ini, kami harapkan para juru parkir dapat saling berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan jika ada masalah atau kendala di lapangan,"imbuhnya.

Marzuki juga menjelaskan, peran juru parkir sangat penting. Jika 1 hari atau 2 hari saja juru parkir tidak ada, maka kendaraan akan semeraut, tidak teratur sehingga menimbulkan kemacetan di jalan."Lingkungan parkir yang tertib sangat mendukung Kota Langsa sebagai kota jasa. Dalam mengatur perparkiran juru parkir juga dituntun untuk memberikan edukasi atau pendidikan bagi masyarakat dalam hal ketertiban parkir kendaraannya. Sehingga masyarakat memahami dan menyadari bahwa memarkirkan kendaraan dengan tertib sangatlah penting,"demikian Marzuki.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan