Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

Peringatan Hari Pajak 2019


Jakarta, 15 Juli 2019 – Untuk kedua kalinya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia memperingati Hari Pajak tanggal 14 Juli dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati di lapangan Kantor Pusat Ditjen Pajak RI, Jakarta pada hari Senin, tanggal 15 Juli 2019.

Menteri Keuangan memberikan penganugerahan kepada sepuluh tokoh perpajakan yaitu Salamun A.T. (Dirjen Pajak masa 1981-1988), Fuad Bawazier (Dirjen Pajak masa 1993-1998), Abdullah Anshari Ritonga (Dirjen Pajak masa 1999-2000), Machfud Sidik (Dirjen Pajak masa 2000-2001), Hadi Poernomo (Dirjen Pajak masa 2001-2006), Darmin Nasution (Dirjen Pajak masa 2006-2009), Mochammad Tjiptardjo (Dirjen Pajak masa 2009-Januari 2011), Ahmad Fuad Rahmany (Dirjen Pajak masa 2011-2015), Sigit Priadi Pramudito (Dirjen Pajak masa Januari 2015-Desember 2015), dan Ken Dwijugiasteadi (Dirjen Pajak masa 2015-2017).

Penganugerahan ini juga telah diberikan kepada Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat (Ketua BPUPKI yang pertama kali mengusulkan pemungutan pajak harus diatur hukum), Sutadi Sukarya (Dirjen Pajak masa 1970-1981), dan Mar'ie Muhammad (Dirjen Pajak masa 1988-1993) pada peringatan Hari Pajak 2018 sebelumnya.


Acara penganugerahan juga dihadiri oleh Wakil Presiden ke-11 RI masa 2009-2014 Boediono, Menteri Keuangan RI masa 2010-2013 Agus Martowardoyo, Menteri Keuangan RI masa 2013-2014 Muhammad Chatib Basri, dan Wakil Menteri Keuangan RI Mardiasmo.

Selanjutnya, Menteri Keuangan RI memberikan penghargaan kepada unit kerja terbaik di lingkungan Ditjen Pajak yaitu kepada Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam, KPP Pratama Cikupa, dan KPP Pratama Gambir Tiga.

Pada peringatan Hari Pajak 2019 juga diputar Sejarah Reformasi Perpajakan yang dimulai sejak 1983 hingga kini. Selain itu, Menteri Keuangan RI membuka BDS fair yang berisi talkshow dengan para master UMKM, bedah buku, battle puisi, bazar, dan performa musik. BDS fair akan berlangsung selama tiga hari mulai 15 Juli sampai dengan 17 Juli 2019.

#PajakKitaUntukKita

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan