Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

Langsa Juarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Aceh Tahun 2019


BANDA ACEH - Kontingen Kota Langsaberhasil mengukir prestasi cemerlang dengan menjadi juara umum ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Aceh tahun 2019, yang diselenggarakan pada 1-5 Juli 2019 di Banda Aceh. Kompetisi olahraga siswa SMK tingkat provinsi itu ditutup Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd di Grand Aceh Hotel Syariah, Lamdom, Banda Aceh, Jumat (5/7). Ada lima cabang lomba yang diikuti total 230 siswa dan siswi SMK yakni pencak silat, bulu tangkis, atletik, karate, dan renang. Sebagai juara umum, Langsa memperoleh juara I pencak silat putra atas nama Bima, juara I pencak silat putri atas nama Nita Nurjannah, juara I renang putra atas nama Yanda Hardiansyah, juara II karate putri atas nama Calula Evandri, juara III renang putri atas nama Nazla Safitri, dan harapan I atletik putra atas nama Briliant Ega.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para juara di tiap cabang olahraga (cabor), serta seluruh peserta yang telah menampilkan performa terbaiknya di ajang provinsi itu. «Saya berharap pemenang O2SN SMK tingkat provinsi yang akan dikirim ke ajang serupa tingkat nasional, nantinya bisa kembali menjadi jawara dan mengharumkan nama Aceh di kancah nasional,» ujarnya.

O2SN tingkat SMK ini, lanjut Syaridin, bertujuan untuk mendukung pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas dan mandiri serta berkepribadian yang baik. «Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya pembentukan sikap, mental, sportivitas, kejujuran, dan solidaritas sesama siswa yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Provinsi Aceh,» katanya lagi.

Sebelumnya, Ketua Panitia O2SN SMK 2019, Miftahuddin menyampaikan bahwa semua kabupaten/kota di Aceh mengirimkan seluruh kontingennya pada semua cabang yang dilombakan. Kepada seluruh pemenang, lanjutnya, berhak mendapat hadiah berupa medali dan uang pembinaan, masing-masing Rp 5 juta untuk juara 1, Rp 4 juta untuk juara II, dan Rp 3 juta untuk juara.

Ditambahkan, para dewan juri berasal dari PASI, PBSI, PSSI, FORKI, dan PRSI Aceh. Perlombaan dilaksanakan di sejumlah tempat di Banda Aceh dan Aceh Besar, masing-masing cabor atletik di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, cabor pencak silat di aula Grand Aceh Hotel Syariah Lamdom, cabor karate di Gedung Serbaguna Lhong Raya, bulu tangkis di Aceh Sport Center Beurawe, dan cabor renang di kolam renang TNI Raider Mata Ie, Aceh Besar.

Pada bagian lain, sebanyak 10 siswa SMK (putra dan putri) yang meraih juara I di tiap cabang olahraga dinyatakan berhak melaju ke O2SN SMA/SMK tingkat nasional, yang diselenggarakan pada 25-31 Agustus 2019 di Banda Aceh. Untuk itu, Kadisdik Aceh, Syaridin MPd berpesan kepada seluruh wakil Aceh itu agar mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga nama baik Aceh." Pesan saya bagi siswa-siswi yang terpilih sebagai pemenang di tingkat provinsi, agar mempersiapkan diri untuk menghadapi O2SN tingkat nasional. Ingatlah, kalian akan membawa nama Aceh bukan nama sekolah atau pun kabupaten/kota," ucap Syaridin. Maka dari itu, dia berharap kepada para juara untuk terus belajar dan berlatih demi penampilan terbaiknya di ajang nasional nanti.

Adapun kesepuluh siswa/siswi tersebut yaitu Erix Praditia untuk cabor karate putra, Ninda Nur cabor karate putri, Bima cabor pencak silat putra, Nita Nurjannah cabor pencak silat putri, Fadhil Al Farizi cabor bulu tangkis putra, Nabillah Aulia cabor bulu tangkis putri, Rahmanto cabor atletik putra, Humairah Rezeki cabor atletik putri, Yanda Hardiansyah cabor renang putra, dan Dahlia Linda Vera untuk cabor renang putri.(fit)
Sumber Serambi

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan