Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

Cari Tahu, Sebaiknya Minum Obat Dengan Air Hangat, Dingin, Atau Biasa??


Pernahkah anda berpikir tentang seperti apa kondisi air terbaik untuk minum obat? Tak hanya tentang memilih air putih, air teh, atau jenis air lainnya, ada baiknya kita juga memperhatikan suhu air yang kita konsumsi karena akan mempengaruhi kinerja obat dalam menyembuhkan penyakit.Setiap orang memiliki kebiasaan tersendiri saat minum obat. Ada yang normal-normal saja menggunakan air putih, ada yang perlu digerus dulu hingga menyerupai puyer, sampai ada yang memerlukan buah pisang untuk minum obat. Nah, bicara soal minum obat dengan air putih, katanya minum obat dengan air dingin bisa mengganggu proses penyerapan bahan aktif dan memperlama proses penyembuhan. Apa benar demikian? 

Menurut dr. Nova Susanti dari Klinik Cut Meutia Medika Nusantara Langsa dan Poliklinik TNI AD Yonif 111/KB, Pakar kesehatan lebih merekomendasikan kita untuk menggunakan air putih saat ingin minum obat. Hal ini disebabkan oleh sifat air putih yang netral dan tidak memiliki kandungan zat lain yang bisa mempengaruhi kinerja obat. Pada dasarnya suhu air minum dengan proses penyerapan obat di dalam tubuh tidak saling berkaitan. Karena itu, sah-sah saja jika Anda lebih menyukai air dingin saat berusaha menelan obat.

Air Dingin / Es

Namun sebelum meneguk air dingin, perhatikan jenis penyakit yang sedang Anda alami. Bila Anda sedang mengalami flu, sebaiknya hindari air dingin karena suhu dingin bisa semakin menurunkan daya tahan tubuh Anda yang kurang baik. “Tapi intinya, suhu air tidak mengurangi efektivitas penyerapan obat,” dr. Nova menegaskan.

Lalu, bagaimana dengan air hangat? Apakah minum obat dengan air hangat jauh lebih baik ketimbang menggunakan air dingin? Menurut dr. Nova Susanti, banyak orang percaya bahwa meminum obat dengan air hangat itu lebih baik. Air hangat dianggap bisa melarutkan bahan makanan lebih cepat sehingga diasumsikan bahwa obat akan mudah tercerna dan terserap.

Air Panas / Hangat

Padahal, daya larut antara satu jenis obat dengan obat lainnya berbeda-beda, tak peduli apa pun suhu airnya. Dengan demikian, apa pun suhu airnya, asalkan itu air putih matang, semuanya aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat.

Perhatikan aturan minum obat lainnya


“Ketimbang memikirkan suhu air putih untuk minum obat, sebaiknya Anda memperhatikan jenis minumannya. Misalnya, Anda tidak disarankan sama sekali untuk mengonsumsi obat dengan teh ataupun kopi,” kata dr. Nova.

Teh dan kopi sama-sama memiliki kandungan kafein. Meski kafein pada teh tidak sebanyak kopi, yakni hanya 25-48 mg/237ml, mengonsumsi obat dengan minuman tersebut bisa menimbulkan gejala jantung berdebar hingga keringat dingin. Apalagi bila yang Anda konsumsi adalah obat-obatan asma.

Lebih dari itu, kafein dalam teh dapat mengganggu penyerapan obat di saluran cerna, khususnya antibiotik, obat untuk gangguan tiroid, dan antidepresan. Jadi, bukannya cepat sembuh, antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter justru tidak bisa bekerja maksimal untuk membunuh bakteri hanya karena Anda meminumnya dengan minuman berkafein. Sayang sekali, bukan?


Bila Anda tak disarankan untuk minum obat dengan menggunakan teh, bukan berarti Anda mencari pelarian dengan memilih susu dan jus buah untuk menelan obat. Sebab, kalsium dalam susu bisa mengikat beberapa jenis antibiotik sehingga antibiotik tidak dapat bekerja secara maksimal. Sama halnya dengan susu kacang kedelai. Ia akan menghalangi kinerja obat tiroid sehingga manfaatnya tidak akan dirasakan oleh tubuh.

Mengingat banyak sekali risiko yang bisa terjadi bila Anda mengonsumsi obat dengan teh, kopi, susu, dan jus buah, sebaiknya selalu minum obat dengan menggunakan air putih, baik itu air dingin maupun hangat. Selama itu air putih matang, efektivitas obat tidak akan terganggu dan tubuh pun tidak akan mendapatkan efek samping yang merugikan.

Beberapa aturan menggunakan air dengan suhu tertentu saat minum obat antara lain sebagai berikut :

Minum tablet
Pakar kesehatan menyarankan kita untuk meminum beberapa teguk air sebelum minum obat jenis tablet agar tenggorokan lebih basah dan obat pun bisa ditelan dengan lebih mudah.

Obat Jenis Tablet

Minum kapsul
Obat dengan jenis kapsul ternyata tidak disarankan untuk diminum dengan air panas. Air panas ini dikhawatirkan akan membuat kapsul meleleh pada mulut. Ada baiknya kita meminum obat jenis ini dengan air bersuhu ruangan saja.

Obat Jenis Pil / Kapsul

Minum obat parasetamol
Obat untuk mengatasi panas atau demam tinggi ini sebaiknya dikonsumsi dengan air hangat agar lebih cepat larut dan meredakan demam dengan lebih efektif.


Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan