Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

222 Jamaah Calon Haji Kota Langsa Berangkat Bulan Agustus Tahun 2019 Tergabung dalam Kloter 7 dan 12


Langsa, 01 Juli 2019 – Tahun 2019, Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Langsa mencapai 222 orang dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7 dan 12. Untuk Kloter 7 terdiri atas 212 orang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Arab Saudi pada tanggal 28 Juli 2019 bergabung dengan jamaah calon haji (JCH) asal Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang.


Sementara kloter 12 yang merupakan akan diberangkatkan tanggal 3 Agustus 2019,” sebut Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa Drs H Ibrahim Latif MM yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kota Langsa, kepada, Penanegeri.com, Minggu (30/6). Dijelaskannya, sebanyak 222 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Langsa itu telah selesai mengikuti menasik/ bimbingan haji di berbagai tempat. “Alhamdulillah para jamaah calon haji Kota Langsa sudah mantap dengan berbagai menasik/ bimbingan haji, kita berharap para Jamaah Calon Haji dapat mempelajari (mengulang- mengulang) kembali pelajaran terkait menasik haji sehingga ketika sudah berada di Mekah dapat dengan sempurna mengerjakan segala rukun dan sunat- sunat dalam ibadah haji,” harap Ibrahim Latif.


Selain itu, dirinya juga berharap agar semua jamaah terus menjaga fisik (kesehatan), sehingga ketika mengerjakan ibadah haji nanti tetap dalam keadaan prima. Kemudian, saat di sana nantinya harus fokus kepada ibadah, jangan buang waktu kepada hal hal yang tidak penting, jaga kesehatan, juga minum air zamzam yang banyak, bersihkan hati dan jiwa, membantu sesama. “Tinggalkan segala sifat yang tidak baik di tanah air, jangan bawa kebiasaan- kebiasaan buruk ke sana. “Takabur, angkuh dan sombong (TAS) jangan bawa ke sana, kuburkan saja di tanah air,” pesan Ibrahim Latif kepada semua jamaah.

Kemudian jaga nama baik Kota Langsa dan persatuan dan kesatuan, yang muda membantu yang tua atau yang lemah. Sehingga dari awal, dari tanah air sudah terciptakan persaudaraan dan tersambung ke Mekah,” tutupnya.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan