Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

Ayoo dukung Hutan Manggrove Kota Langsa menjadi Juara Ekowisata di Ajang Anugerah Pesona Indonesia 2019


Ayo dukung Objek Wisata Hutan Manggrove Kota Langsa menjadi Juara Ekowisata di Ajang Anugerah Pesona Indonesia 2019...

Mari dukung sebanyak2nya dengan cara SMS Ketik API (spasi) 9E Kirim ke 99386 atau Visit http://www.anugerahpesonaindonesia.com/category/most-popular-ecotoursim


Berikut 5 Fakta Kenapa Hutan Bakau Langsa, Cocok Jadi Destinasi Ekoturisme:

1. Tempat ini sering jadi bahan penelitian

Bukan hanya sekadar tempat wisata, hutan bakau Langsa ini juga menjadi tempat bagi para siswa, mahasiswa hingga para peneliti untuk melakukan penelitian di hutan bakau Langsa. Adapun penelitian yang dilakukan di sini terkait tentang pemanfaatan mangroveatau bakau hingga spesies hewan yang ada di tempat tersebut.

2. Terdapat keanekaragaman kepiting di hutan bakau Langsa

Mengacu hasil penelitian beberapa mahasiswa Universitas Samudra Langsa dan Universitas Mulawarman tentang kepiting di tempat ini, ditemukan bahwa terdapat 15 jenis kepiting yang ada di ekosistem hutan bakau ini.

Adapun kepiting merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan bakau. Makanya peran kepiting pada ekosistem bakau sangatlah penting, sebab dengan adanya kepiting membuat ekosistem mangrove menjadi subur.

3. Hutan bakau Langsa jadi lokasi foto-foto bagi anak muda

Hal ini karena hutan bakau tersebut menarik dan bagus untuk menjadi lokasi pengambilan foto. Apalagi terdapat beberapa spot foto seperti jembatan berwarna cokelat yang jadi favorit para pengunjung untuk berfoto di lokasi hutan ini.

4. Terdapat habitat monyet pada hutan bakau ini

Binatang ini kerap muncul dan menampakkan diri kepada pengunjung. Pengunjung pun disarankan agar tidak membawa makanan, atau barang-barang lain yang dapat menarik perhatian kawanan monyet. Ini bertujuan agar monyet tersebut tidak sampai mengganggu pengunjung.

5. Akses menuju lokasi wisata tidak sulit

Tidak semua tempat wisata memiliki akses yang mudah dijangkau wisatawan, misalnya daerah wisata yang masih belum banyak dikunjungi dan umumnya berada di hutan seperti wisata air terjun. Namun untuk wisata hutan bakau Langsa ini berbeda.

Ini karena tempat wisata ini tidak jauh dari kota Langsa. Hutan bakau ini hanya berjarak 5 kilometer dari Kota Langsa dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat atau roda dua.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan