Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

SDN 5 Langsa Ke Final Danone Nation Cup Regional Aceh - Sumut di Banda Aceh

LANGSA, 18 Juni 2019 - Tim sepakbola SDN 5 Langsa satu-satunya dari Kota Langsa yang lolos ke Final Danone Nation Cup Regional Aceh - Sumut di Banda Aceh, yang akan dimulai sejak tanggal 21-23 Juni 2019.


Pelepasan Tim sepakbola SDN 5 Langsa ke Banda Aceh dilakukan Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, didampingi Kadisporapar Drs Syafrizal, Kabid Olahraga Yudi F Putra SSTP MSP, di Kantor Disporapar, Rabu (19/6/2019) pagi.

Tim sepakbola Danone Langsa berjumlah 12 orang ini dipimpin langsung oleh Kepala SDN 5 Langsa selaku manager tim, Rahmalinda SPd, Ofisial Agung Joko Priono, Pelatih Supardi, serta ikut didampingi orang tua, dan 4 guru lainya.

Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, saat pelepasan itu menyampaikan, kontingen Kota Langsa untuk mengikuti final Danone Nation Cup tingkat Provinsi Aceh diharapkan mampu menjadi juara hingga ke tingkat nasional Danone Nation Cup di Jakarta.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Disporapar dan sekolah serta komite, yang telah membawa tim sepakbola SDN 5 Langsa mengikuti tahap demi tahap untuk menjadi juara. "Mudah-mudahan ini menjadi modal bagi anak-anak untuk terus mengukir prestasi di bidang sepakbola, yang bisa menjadi cikal-bakal pamain bola profesional di masa yang akan datang," ujarnya.

Ditambahkan Marzuki Hamid, prestasi diraih anak-anak SDN 5 Langsa ini luar biasa dan keberhasilan ini tidak terlepas peran pihak sekolah, guru dan pelatih, karena tidak semua sekolah bisa prestasi.

Namun ini hendaknya menjadi penyemangat sekolah lainnya

Kepada pemain, Wakil Wali Kota meminta untuk semangat mengikuti final Danone Nation Cup ini, tetap patuh dan taat arahan pelatih maupun guru pembina sepakbola.

Jangan pernah takabur dan sombong, maka Tuhan akan memberi kemudahan.

Kabid Olahraga Disporapar Kota Langsa, Yudi F Putra SSTP MSP, menyampaikan Danone Nation Cup 2019 Zona Langsa meliputi 4 kabupaten/kota, yakni Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara.

Pada Prakualifikasi Danone Natione Cup Zona Langsa sebelumnya tersebut total diikuti 30 tim, yang dimulai sejak tanggal 6-7 April 2019 lalu di Stadion Langsa.

Lalu sebanyak 6 tim lolos menuju ke Final Regional Danone Nation Cup Regional Aceh - Sumut di Banda Aceh, yang dimulai tanggal 21-23 Juni dengan diikuti total 48 tim Aceh dan Sumut.Dirincikan Yudi, ke enam tim yang lolos ke final ini, yaitu SDN 5 Langsa dari Kota Langsa, SSB Manyak Muda Mandiri dari Kabupaten Aceh Tamiang, dan SSB Patriot Panton Labu Aceh Utara.

Sedangkan 3 tim lainnya diborong oleh Kabupaten Aceh Timur, diantaranya SSB Benteng Gatra Rantau Pereulak, SSB Idi Raya, dan SSB Albidari Pante Panah.
Sementara itu Wali Kota Langsa melalui Disporapar Langsa juga memberikan bantuan Rp 20 juta kepada tim sepakbola SDN 5 Langsa.
Ini untuk operasional selama berlangsungnya final Regional Danone Nation Cup Regional Aceh - Sumut di Banda Aceh.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan