Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

Mengenalkan Ragam Bahasa Yang Ada di Provinsi Aceh Melalui Hiphop Ala Orang Hutan (OH) Squad




Langsa, 16 Juni 2019 - Ada begitu banyak cara yang dilakukan anak muda kreatif Aceh untuk memperkenalkan Aceh ke dunia luar. Seperti yang dilakukan oleh “Orang Hutan (OH) Squad” baru-baru ini yang sukses membuat decak kagum para pendengar dengan single pertamanya berjudul “Saleum” lewat alunan hiphop.


Lagu yang dipopulerkan oleh band etnik Nyawong ini cukup dikenal luas di Aceh bahkan pernah menjadi pengisi pada salah satu film layar lebar Ayat-Ayat Cinta.


Terinspirasi dari penyanyi asalnya, OH Squad yang digawangi oleh Alfy Daking, Faiz Affandy, Andre Mandor, Har.8, DJ Zoo, Ozi, Marfa, dan Windi mencoba me-remake lagu ini dengan sentuhan DJ dan rap.


OH Squad berhasil mengkolaborasikan 6 bahasa yang ada di Aceh seperti Bahasa Aceh, Bahasa Aceh Tamiang, Bahasa Gayo, Bahasa Alas Aceh Tenggara, Bahasa Subulussalam serta Bahasa Indonesia menjadi suatu maha karya yang luar biasa dalam setiap liriknya.


“Lagu yang berjudul “Saleum” yang di populerkan oleh “Nyawong” sangat menginspirasi kami sebagai anak muda yang menekuni aliran musik hiphop. Karena itu kami mengubah warna lagu ini dengan karakter kami yang di isi oleh rap dan DJ,” ujar Alfy, salah satu pengisi suara karya ini.


Tentunya semangat ini, harus kita apresiasi dan terus kita dukung penuh untuk sama-sama mempromosikan Aceh dan keunikan budaya yang ada di Aceh ke masyarakat luas.


Baru-baru ini, seiring dengan momentum bulan Syawal 1440 H, pada tanggal 10 Juni 2019, Orang Hutan (OH) Squad baru saja merelease video terbarunya berjudul "Meuseuraya". Lagu ini merupakan single ketiga mereka.

"MEUSEURAYA, Jak rakan, jak tajak meusahoe, bek lee meu haroe hara lam nanggroe", Begitulah sedikit penggalan dari keseluruhan pesan yang ingin disampaikan di dalam lagu ini.


Buat anda yang penasaran, bisa lihat langsung di kanal Youtube Official OH Squad atau Klik Tautan Berikut:






Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?