Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan

Image
“Masa depan bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini.” — Mahatma Gandhi Dalam bahasa Aceh, pepatah yang sejalan berbunyi, “Han bek lagee ka kheun meutuwah, bek tapeusijeut sabee na udep.” Artinya, jangan hanya mengandalkan kemuliaan masa lalu, tetapi teruslah bekerja keras demi masa depan yang lebih baik. Aceh, provinsi di ujung barat Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa, memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,3 juta jiwa dan luas wilayah sekitar 57.956 km², Aceh memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan posisi strategis. Sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan menjadi tulang punggung perekonomian, sementara sumber daya alam seperti minyak, gas bumi, dan hasil hutan menjadi aset berharga. Namun, tantangan seperti tingginya biaya hidup, kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan, dan layanan kesehatan yang belum merata masih menghantui. Di sisi lain, New Delhi, ibu kota India, menawarkan contoh...

Awas Curanmor Dengan Modus "Menyumbang" Sedang Merajalela di Kota Langsa, Pelaku Masih Buron



Langsa - Syamsul Bakri (50) warga Dusun Tani Jaya, Gampong Bireum Rayeuk, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur sedang berduka karena istrinya baru saja meninggal. Tapi jangankan berempati, seorang pria, yang belum diketahui indentitasnya, justru tega mencuri sepeda motor milik Syamsul.


Parahnya lagi, dia seolah-olah ingin membantu Syamsul dengan menyumbangkan 30 sak beras.


Kapolsek Langsa Barat Iptu Jamaluddin Nasution mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin,10 Mei 2019.


Korban baru saja memberangkatkan jenazah istrinya ke Peureulak, Aceh Timur. Tiba-tiba pelaku datang ke rumah duka di Gampong Bireum Rayeuk, Aceh Timur.


Pelaku mengaku mengenal Almarhum istri Syamsul. Bahkan, kata Jamaluddin, pelaku mengatakan sering mendapat bantuan pinjaman uang berjuta-juta dari almarhum.


Karena itulah, setelah alrmahum tiada, dia mengaku ingin membalas kebaikannya dengan menyumbangkan 30 sak beras. "Pelaku mengajak Kamisna (42), salah satu keluarga korban, untuk mengambil beras di Grosir Muda Batu, di depan Mesjid Baiturrahim, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa,” kata Jamal.


Mereka pun pergi menggunakan sepeda motor milik Syamsul.


Sesampai di sana, pelaku menyuruh pemilik grosir untuk mengeluarkan 30 sak besar yang seolah-olah akan dibelinya.


Pelaku pun mengatakan kepada Kasminah ingin mencari becak untuk mengangkut beras itu.


Dia membawa sepeda motor Yamaha Mio Soul GT BL 6368 DAL milik korban. "Saat itu lah pelaku membawa kabur sepeda motor korban. Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan mencari tahu identitas pelaku," katanya.

Bagi warga sekitaran kota langsa yang mengenali identitas pelaku, mohon kerjasamanya untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Comments

Popular posts from this blog

Bersiaplah Para Wajib Pajak, Tahun Depan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Akan Memasuki Era Otomatisasi

QRIS Jadi Andalan Digitalisasi Indonesia, Tapi Mengapa Dipermasalahkan Amerika?

Dari New Delhi ke Aceh: Blueprint untuk Kemajuan